Taushiyah Orang GILA……. (pengalaman luar biasaku)
Ini
pengalamanku yang sangat luar biasa. Sungguh, sedikit pun saya tidak berdusta
kepada Anda, wahai saudaraku pembaca yang saya cintai karena Allah. Semoga
Allah memberikan kesabaran kepada kita dalam membaca tulisan saya ini. Selamat
menyimak.
Waktu
itu adalah hari Ahad. Pagi hari,
bulan Ramadhan 1428 H kemarin. Seperti biasanya, setiap hari Ahad saya
selalu membantu ibu jualan di pasar. Tepatnya pasar Kedungkandang. Saya merasa
ya seperti biasanya. Kebetulan keadaan pasar waktu itu sedikit ramai daripada
biasanya.
Sekitar pukul setengah sembilan pagi, saya
merasa mendengar sesuatu. Waktu itu saya sedang asyik mengemasi gula, teman
paling akrabku setiap berada di pasar. Eh.. ternyata benar, suara nyanyian
seorang laki-laki disertai suiara seruling. Saya pun keluar dan melihatnya. Tampak
seorang lelaki tua (tapi tetap segar dan sehat badannya) dengan telanjang dada
dan dengan celana motif tentara setinggi tiga perempat. Kausnya yang berwana
putih diikiat di kepalanya, meskipun sedikit kelihatan kepalanya yang agak
botak. Berkumis tipis, tapi tak berjenggot. Alas kaki pun tak ada. Di koloran
celananya (atau daerah ikat pinggang celana), terselip banyak sobekan kertas
putih mengelilingi pinggulnya. Dia menyanyi lagu dangdut, sesakli meniup
serulingnya, dan pada akhirnya dia membaca sebuah puisi. Sesekali dia
tertawa-tawa sendiri. Apabila saya, Anda, semua orang melihatnya, pasti dapat
ditarik kesimpulan, semua orang akan menyebutnya ORANG GILA.
Tapi keanehan dan kekagumanku dimulai. Dia mulai berceramah,
”Assalamualaikum Wr. Wb. Assholatu wassalamu’ala
Rosulillah ….
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWt yang
telah….
Yang kedua, Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Kanjeng Nabi
Muhammad Saw beserta keluarganya, ….
Bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin semua. Hari ini kebetulan bertepatan dengan
tanggal 9 bulan suci Ramadhan tahun 1428H, bulan suci di mana kita semua kabeh wong Muslim diwajibkan berpuasa. Karena
Allah telah berfirman, Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba ’alaikumus shiyam kama ….(Q.S
al Baqarah 283 beserta artinya).
……………………………………………
………………………………….
Itu artinya kita disuruh untuk instropeksi diri atas semua kejadian yang
menimpa kita. Pada zaman sekarang, mungkin zaman sudah akhir. Banyak kemaksiatan
merajalela. Remaja-remaja putri banyak yang telanjang. Riba dimana-mana. Mabuk,
main dan kemaksiatan yang lain. Orang
berdagang, berlaku curang apabila ia menimbang barang.
………………………………………………………………
……………………………………………………………..
Terus kita lihat, pemerintahan SBY
sekarang banyak bencana. Tsunami Aceh, gempa Jogja, tanah longsor, Lumpur
Porong Sidoarjo, dan musibah-musibah yang lain. Na’udzubillah, kita sedang
mendapatkan ujian dari Allah SWT.
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
Oleh krena itu, marilah kita sama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah
swt,jangan sampai kita berbuat maksiat. Ayo kita dirikan Sholat. Jangan sampai
kita sholat tapi kita lalai. Firman Allah swt, Aroaitalladzi
Yukaadzibubiddin..(Q.S. Al Ma’un). Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Mari
kita tutup pesan saya ini dengan doa.”
Trus dia menutup kata-katanya dengan doa.
Subhanallah. Luar biasa.
Seorang gila yang menyampaikan ceramah agama di tengah pasar. Saya sangat
terheran-heran. Bagaimana seorang yang gila bisa berceramah agam dengan bahasa
yang sederhana, jelas, rapi, fasih, terstruktur, tapi sangat mendalam. Bagaimana
seorang yang gila bisa tahu bahwa hari itu adalah hari puasa. Bagaimana seorang
yang gila bisa tahu bahwa tahun itu adalah tahun 1428 H. Bagaimana seorang yang
gila bisa tahu dan dapat mengucapkan AlQuran yang suci (QS al Baqarah dan QS al
Ma’un) beserta arti dan penafsiran singkatnya. Bagaimana seorang yang gila bisa
tahu bahwa ada gejala bencana alam seperti tsunami, lumpur Lapindo, dll.
Sungguh, saya mendapat
pelajaran yang sangat berharga. Meskipun sesekali di tengah-tengah ceramahnya
tadi dia tertawa-tertawa sendiri, semua orang di pasar berkumpul mendekatinya. Orang-orang
yang tadinya mencela, tapi lama-kelamaan dia mulai menikmati ceramahnya. Beberapa
pedagang meninggalkan barang dagangannya hanya untuk melihat dan mendengar
pesan-pesan orang gila itu. Dan
sempat semua transaksi jual beli itu berhenti karena adanya kejadian tadi. Allahu
Akbar.
Sungguh ilmu Allah tidak
harus meluncur dari lisan seorang Syaikh, ustadz, kyai, murobbi, guru, dosen,
dan orang2 terpandang lainnya. Sungguh ini adalah tarbiyah (pembinaan/pendidikan)
yang luar biasa. Tarbiyah bagi saya, tarbiyah bagi orang-orang di pasar, dan
semoga tarbiyah bagi Anda dan teman-teman Anda, wahai pembaca yang budiman.