Tentang Aku
Thursday, August 24th, 2006 Tak terasa umurku sudah 18 tahun lebih. Memang masih sangat muda bila dibandingkan dengan teman-teman kuliah atau temen-temen main. Tapi umuj yang masih relatif muda itu tidak membuatku ‘berdiri sendirian’ karena masih ada temenku yang mempunyai umur yang sama.
Delapan belas tahun lalu aku baru hijrah dari alam yang berbeda. Ya, dari alam rahim ibuku tercinta ke alam dunia tempat aku ‘berlaga’. Waktu itu, sebuah harapan besar pasti dimiliki oleh kedua orang tuaku agar aku kelak menjadi orang ‘besar’.
Banyak penafsiran dari kata ‘besar’ di atas. Tapi apapun penafsirannya, aku harap aku termasuk golongan umat Muhammad saw, golongan orang beruntung, dan dan golongan orang-orang mulia di sis-sisi Allah SWT.
Menginjak bangku SMU aku baru tahu bahwa tujuan manusia hidup di dunia ini bukan main-main. Sebuah tujuan yang bisa dilakukan oleh semua orang, karena sesuai dengan kemampuan dan fitrahnya. Sebuah tujuan yang pantas dan harus dimiliki oleh setiap manusia, apaun status sosialnya, kekayaannya, kondisi fisiknya, dimana pun dan kapan pun. Sebuah tujuan yang sangat mulia, yang kita semua sudah berjanji untuk melakukan apa saja demi tercapainya tujuan tersebut. Ya, tujuan itu tidak lain adalah ‘Ibadallah. Ibadah kepada Allah.
Setelah di bangku kuliah, seperti inilah aku (sementara). Seorang remaja yang mempunyai latar belakang keislaman yang bermacam-macam. Waktu aku kecil, aku rajin mengaji di langgar orang NU. Wajar, karena perkampunganku di dominasi oleh pendidikan NU. Tetapi banyak saudaraku yang Muhammadiyah. Kebetulan di kampung sebelah telah berdiri kokoh sekolah dan pondok pesantren Muhammadiyah.
Pamanku adalah aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saudaraku ada yang pemikirannya condong ke Hizbut Tahrir. Salah satu paman dan bibiku merupakan anggota jemaah Salafy. Bahkan ada yang termasuk anggota LDII (tapi insya Allah beliau sudah tobat).
Keanekaragaman seperi itulah yang membentu pemikiran keislamanku sekarang. Sebuah pemikiran sekaligus keyakinan bahwa Islam ini merupakan agama yang syamil, tidak mementingkan aspek tertentu saja sehingga menafikan aspek yang lain. Islam yang merupakan agama dan negara, mushaf dan pedang, hukum dan undang-undang, moral dan harta kekayaan, serta suatu aqidah yang lurus dan ibadah yang benar. [insya Allah bersambung]